07 WILAYAH KOMANDO

07 Wilayah Komando



Papua yang terdiri dari Propinsi Papua dan Papua Barat berdasarkan rilis-rilis online terdiri dari 257 suku bangsa. Seluruh suku bangsa tersebut dikelompokkan menjadi 7 wilayah adat. Manakah ke-7 wilayah itu menjadi 7 wilayah komando.

Ketujuh wilayah Komando tersebut adalah:

I.Mamta : Papua Timur Laut
II.Saereri : Papua Utara/Teluk Cenderawaih
III.Domberai : Papua Barat Laut
IV.Bomberai : Papua Barat
V.Anim Ha : Papua Selatan
VI.La Pago : Papua Tengah
VI.Meepago : Papua Tengah Barat

I. KOMANDO WILAYAH MAMTA

Wilayah Adat Mamta merupakan wilayah adat sekitar Jayapura. Wilayah adat mamta merupakan wilayah adat terbesar dengan 87 suku.

Wilayah Mamta terdiri dari:

Port Numbay
Sentani
Sarmi
Memberamo Raya
Keroom

II.KOMANDO WILAYAH SAERERI

Wilayah Saereri terletak di sekitar Teluk Cenderawasih, meliputi:

Biak Numfor
Supiori
Yapen
Waropen
Nabire bagian pantai

III.KOMANDO WILAYAH DOMBERAI

Wilayah Domberai terletak di Papua Barat Laut sekitar Sorong Manokwari, meliputi:

Manokwari
Bintuni
Wondama
Sorong
Raja Ampat
Sorong Selatan
Tambrauw

IV.KOMANDO WILAYAH BOMBERAI

Wilayah Bomberai terletak di Papua Barat yakni Fakfak Mimika dan sekitarnya, meliputi:

Fakfak
Kaimana
Mimika Pantai

V. KOMANDO WILAYAH HA ANIM

Wilayah Ha Anim terletak di Papua Selatan yakni Merauke dan sekitarnya, meliputi:

Merauke
Boven Digul
Mappi
Asmat

VI.KOMANDO WILAYAH LA PAGO

Wilayah La Pago merupakan wilayah adat terkecil terletak di Pegunungan Papua Tengah Bagian Timur, meliputi:

Pegunungan Bintang
Wamena
Lani jaya
Puncak jaya
Pucak
Nduga
Yahukimo
Yalimo
Mamberamo Tengah
Tolikara

VII. KOMANDO WILAYAH ME PAGO

Wilayah Mee Pago terletak di Pegunungan Papua Bagian Tengah, meliputi:

Intan jaya
Paniai
Deiyai
Dogiyai
Nabire Gunung
Mimika Gunung

sEKELOMPOK TIM

 Mahasiswa kota study Jayapura dan Alumnus Kota Jayapura membangun diskusi pemekaran kabupaten Paniai Kuadrat. Info lengkapnya di bawah ini.

Hebat kalian : orang terpelajar yang ingin menjual masyarakat.

Meny Ugady Muyapa
TIM PENGGAGAS PEMB ENTUKAN KABUPATEN AWIPAPA
KABUPATEN PANIAI
PROVINSI PAPUA

Sekretariat Tim Penggagas: JL Kesehatan Dok II Jayapura Hp 0811248837908
Nomor : 01/TIM PGGS/PEM-KAB.AWIPAPA/XI2012
Lampiran : UNDANGAN RAPAT

KEPADA
YTH : BPK/I SDR/I PELAJAR MHS/I SENIOR DAN INTEKTUAL
DI-
TEMPAT
Dengan Hormat,
Salam Kasih dalam Tuhan Kita Yesus Kristus. Berhubungan dengan banyaknya isu aspirasi pembentukan pemekaran- pemekaran kab AWIPAPA dalam wilayah pemerintahaan Distrik Agadide, Bogohbaida, Ekadide, Kebo dan Siriwo Kabupaten Paniai. Maka kami tim penggagas pembentukan kabupaten AWIPAPA
Mengundang untuk memfasilitasi semua komponen dalam menyamankan persepsi bersama dalam rapat Akbar akan di laksanakan pada :

Hari/Tanggal : Jumat,9 November 2012
Jam : 02- selesai
Tempat : Kediaman Bapak Drs Yezkhiel Tenouye Jayapura
Jl. Kampkey Abepura Jayapura.
Agenda : 1. Menyatukan Persepsi/ Pandangan Para Komponen
2. Menetukan langkah-langkah solusi percepatan pembentukan kab AWIPAPA
: 3. Serba-sebi

Demikian surat undangan kami atas partisipasi kehadiran, kami ucapkan terima kasih.
Jayapura, 07 November 2012

TIM PENGGAGAS
PEMBENTUKAN KABUPATEN AWIPAPA

MENGETAHUI

DEKI DEGEI, SE
S E K R E T A R I S

Kibarkan Merah-Putih untuk 1 Mei

Kibarkan Merah-Putih untuk 1 Mei

Oleh : Ismawan Nugraha | 28-Apr-2010, 01:34:59 WIB 

KabarIndonesia - SENTANI, Sebanyak 5000 bendera merah putih berukuran 50 X 70 Cm disiapkan pemerintah Kabupaten Jayapura menjelang peringatan HUT ke- 47 kembalinya Irian Barat (Papua) ke NKRI, 1 Mei mendatang. Sebagian bendera telah dipasang di sepanjang jalan Kota Sentani hingga batas Kota Waena, Jayapura.

Menurut Ketua Panitia Peringatan 1 Mei, Buce D Batkorumbawa, SH, moment ini sangat berharga dan selalu diperingati setiap tahunnya di seluruh tanah Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura.

“Untuk itu, tanggal 1 Mei akan diupayakan semeriah mungkin dengan menggelar berbagai kegiatan, termasuk menghiasasi kota Sentani dengan Bendera Merah Putih,” katanya, Selasa (27/4).

Melalui moment ini, dia mengajak semua komponen bangsa agar selalu menghargai jasa para pahlawannya. Buce juga mengajak semua anak-anak bangsa agar menghilangkan perbedaan yang kini masih nampak soal integrasi Papua ke NKRI. 

Sumber : 
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=26&jd=Kibarkan+Merah-Putih+untuk+1+Mei&dn=20100427194513

Makna 1 Mei Tidak Boleh Pudar

Sabtu, 24 April 2010 03:04 WIB

Sentani, (tvOne)

Makna 1 Mei kembalinya Irian Barat ke Pangkuang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak boleh pudar.

Pelaku sejarah Papua Ramses Ohee, di Sentani Ibukota Kabupaten Jayapura, Jumat mengatakan makna 1 Mei bagi masyarakat di Papua wajib diperingati karena sejarah mencatat mulai pada tahun 1963 Papua adalah sebagai dari NKRI. "Diibaratkan anak yang hilang orang Papua sudah kembali ke rumah orang tuanya setelah hilang sekian lama yang dicari dengan segala pengorbanan," katanya.

Dikatakannya, peringatan 1 Mei tidak boleh didiamkan begitu saja, harus diperingati dengan suka cita yang meriah karena Papua adalah bagian dari NKRI yang tidak boleh dipisahkan dengan cara apapun .

Di samping itu kata dia, untuk memberikan pemahaman bagi generasi muda bahwa 1 Mei kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI adalah momen tepat untuk membangkitkan semangat para pahlawan.

Sebagai sejarawan, ia menuntut semua pihak supaya buku 1 Mei dibagi keseluruh tanah Papua supaya generasi muda bisa membaca agar bisa mengenal siapa dia, bangsanya milik siapa. "Saya berharap semua masyarakat Papua bisa memahami makna 1 Mei mulai dari kota, distrik sampai di pedalaman," ujarnya

Di tempat yang sama Komandan Kodim 1701 Jayapura Letkol Inf. Imam Santosa, MA mengharapkan partisipasi masyarakat dalam peringatan 1 Mei. "Momen ini sangat penting untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan kita sekembalinya Papua ke pangkuan NKRI," katanya

Untuk persiapan peringatan 1 Mei di Kabupaten Jayapura sejumlah kegiatan akan dilakukan, diantaranya adalah Napak Tilas yang akan diikuti oleh TNI/Polri, pelajar, pemuda, dan masyarakat dengan rute star Kampung Wisata Tablanusu Distrik Depapre finis di Kalkote Distrik Sentani Timur.

Parade perahu merah putih di Danau Sentani, terjun payung di Pantai Kalkote, dan karvanal budaya dari paguyuban yang ada di Kabupaten Jayapura.

Menurut ketua panitia peringatan 1 Mei Buce Batkorumbawa juga selaku Asisten III Setda Kabupaten Jayapura, persiapan panitia telah mencapai 99 persen. Peringatan 1 Mei di kabupaten Jayapura akan menelan dana sebesar Rp300 juta.

Sumber : http://nusantara.tvone.co.id/berita/view/37393/2010/04/24/makna_1_mei_tidak_boleh_pudar/

Nicholas: Tak Ada Pelanggaran HAM di Papua

Selasa, 6 April 2010 | 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemimpin senior sekaligus pendiri gerakan separatis Papua Merdeka, Nicholas Youwe (85), mengaku tidak melihat ada ketidakpuasan maupun pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) seperti selama ini kerap disebut terjadi di tanah kelahirannya tersebut. Hal itu disampaikan Youwe, Selasa (6/4/2010), usai menemui Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan jajarannya di Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Youwe, yang selama ini bermukim di Belanda, didampingi mantan Mantan Menteri Luar Negeri OPM Nicholas M Messet. Dalam pertemuan itu Youwe juga mengaku bangga saat dirinya dipertemukan dengan sejumlah perwira TNI dari berbagai kesatuan dan matra angkatan TNI, yang berasal dari Papua. Dia minta pemerintah bisa lebih banyak lagi menerima putra asli Papua sebagai prajurit TNI.
"Saya tidak melihat ada hal-hal seperti itu (ketidakpuasan dan pelanggaran HAM) terjadi di Papua. Papua itu wilayah Indonesia dan semua rakyat Indonesia ingin maju. Kami ingin jadi warganegara yang setia," ujar Youwe.
Lebih lanjut kepada wartawan, Youwe mengaku baru beberapa minggu ini tinggal dan kembali ke Indonesia setelah selama hidupnya kebanyakan dihabiskan di Belanda. Terkait pelangaran HAM, dia mengatakan sangat mengenal orang Papua. Ada orang Papua yang beradab dan ada juga yang biadab. Tidak bisa pemerintah Indonesia selalu dipersalahkan. "Hak Asasi Manusia orang Papua sudah direalisasikan pada tahun 1969 dan diakui PBB ketika orang Papua menentukan nasibnya sendiri dalam Republik Indonesia," ujar Youwe.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku sepakat dengan pernyataan Youwe soal tidak ada lagi pelanggaran HAM di Papua. Menurutnya, Youwe bahkan menganjurkan seluruh elemen OPM untuk mendukung dan membangun RI.

Sumber : 
http://regional.kompas.com/read/2010/04/06/20535475/Nicholas.Tak.Ada.Pelanggaran.HAM.di.Papua-3

Sabtu, 24 April 2010

Seperempat Anggaran Negara untuk Bangun Jalan di Papua

Kamis, 22 April 2010 | 17:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekitar 25 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2010 untuk sektor infrastruktur dialokasikan untuk pembangunan jalan di wilayah Papua. Kementerian ini mendapatkan Rp 805 miliar dari APBN Perubahan.

“Dari jumlah itu Rp 238 miliar dialokasikan untuk (peningkatan ruas jalan) Papua. Selebihnya sebagian besar untuk infrastruktur pengairan,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di sela acara peringatan “Hari Air Dunia” di Jakarta, Kamis (22/4).

Terdapat 11 ruas jalan di Papua yang sedang dibangun dan menjadi prioritas pembangunan infrastruktur. 11 ruas jalan itu adalah Sorong-Makbon-Mega (88 Km), Sorong-Klamono-Ayamaru-Kebar-Manokwari (536 Km), Manokwari-Bintuni (253 Km), Fakfak-Hurimber-Bomberay (161 Km), Nabire-Wagete-Enarotali (262 Km), Timika-Mapurujaya-Pomako (42 Km), Serui-Menawi-Saubeba (49 Km), Jayapura-Wamena-Mulia (733 Km), Jayapura-Sarmi (364 Km), Jayapura-Hamadi-Holtekamp-Bts. Papua Nugini (53 Km), Merauke-Woropko (557 Km).

Selama kurun waktu 2005 sampai 2009, Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan lebih dari Rp 2,343 triliun untuk pembangunan jalan di Papua dan Rp 1,219 triliun untuk Papua Barat.

Selain untuk Papua, alokasi APBN Perubahan juga dibagi untuk pembangunan jalan di koridor ekonomi, yaitu jalur Lintas Timur Sumatera, Pantai Utara Jawa, Lintas Selatan Kalimantan, Lintas Barat Sulawesi, dan jalur timur mulai Bali, Lombok sampai Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sesuai dengan arahan Presiden di Tampak Siring kemarin supaya kita meningkatkan domestic connectivity untuk mendukung perokonomian nasional,” ujar Djoko. Ia menambahkan jalan di koridor ini harus ditingkatkan ke kondisi mantap.

Belum semua jalan yang termasuk koridor ekonomi terhubung. Misalnya jalur lintas selatan Kalimantan. Meski sudah tersambung tetapi belum semua jalur terpoles dengan aspal. Sedangkan di lintas barat Sulawesi meski konstruksi beton sudah terpasang namun belum semua jalur sudah terhubung. “Kita usahakan supaya ini cepat diselesaikan. Tetapi tentu secara bertahap,” katanya.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan, total panjang jalan yang dibangun di koridor ekonomi selama lima tahun mendatang akan mencapai 20.000 kilometer. “Anggaran untuk ini akan dialokasikan secara bertahap melalui APBN 2010-2014 secara bertahap. Sampai kondisinya baik seluruhnya,” ujarnya.

papua

Comment

Labels

Followers

Labels

Random Post